Rabu, 28 Januari 2015

2015.

Hallo, Januari.
this month is almost end but the story has just begun *wink*

((2014)) a year without writing in this account.
alamak lamanya, setahun lho itu...entah kemana Rosa yang katanya hobi nulis itu :))
and now She's back. Mungkin ceritanya masih (agak) nggak penting atau nggak penting beneran..tapi yang punya blog (ceritanya) sedang berusaha buat menghidupkan lagi hobi nulisnya..karena dia merasa bahwa menulis pernah jadi media katarsisnya. pernah jadi media self healingnya. hahah.


Jadi...
Selamat datang 2015
Selamat menulis lagi, Rosa.

semoga ada banyak cerita bahagia yang bisa dibagikan tahun ini. aamiin.

Jumat, 29 Maret 2013

DRUPADI


Drupadi Mencari Menunggu Cinta


Kenapa harus drupadi yang mencari cinta? Mengapa bukan arjuna? ‘sang playboy cap wayang’ yang gagah perkasa nan sakti mandraguna, belum lagi wajahnya yang tampan seantero jagad bumi kurawa. Yang menarik adalah ‘pencarian cinta’-nya drupadi. Dewi cantik yang satu ini boleh dibilang tak jauh beda dengan kita yang katanya kelewat modern. Toh dia juga manusia-berwujud wayang-yang punya hati, rasa, dan jiwa yang terintegrasi kuat dalam kepribadiannya yang sering digambarkan pak dalang dengan kelembutan dan keanggunannya bak bidadari dari kahyangan. Mungkin kepribadiannya cukup, bahkan lebih untuk untuk menarik perhatian ksatria manapun dari negeri mahabrata atau ramayana. Tapi ternyata sang dewi tidak dapat tak merasa mendapatkan apa yang dia inginkan, cinta yang sebenarnya ingin sekali dia cari. Tentu saja, karena layaknya seorang dewi, dia berada di dunia yang sangat dibatasi oleh norma, aturan, dan tuntutan ke-dewi-annya yang membuatnya tak bisa melanglang buana atau membahana angkasa raya seperti yang bisa dilakukan para ksatria di dimensi itu. “Apalah daya”, mungkin itulah alasannya. Poor you-malangnya kau drupadi.

Dalam segala keterbatasannya, bagaimanapun itu drupadi tak bisa mancari cinta. Akhirnya arjunalah  yang diceritakan menemukan drupadi, kemudian menjadikannya istri-entah yang keberapa. Seandainya drupadi tidak terkungkung dalam ke-dewi-annya, mungkin drupadi lah yang akan menemukan arjuna kemudian mengungkapkan cinta yang telah lama ia simpan dalam relungnya, yang sudah membuatnya gundah gulana dalam perasaan, jiwa dan fisiknya yang terkungkung. Tapi apalah daya pak dalang tak boleh menyalahi pakem pewayangan. Salah-salah yang terjadi bisa seperti cerita segi tiga emas yang diceritakan Seno Gumilar dimana tokoh-tokoh pewayangan yang sakti itu melewati dimensi sampai akhirnya mendarat ke abad 21. Gawat tentunya, pasti akan lebih banyak lagi wanita yang jatuh hati pada arjuna. Dan akan lebih banyak lagi wanita yang desperate gara-gara tak bisa mengungkapkan perasaannya pada arjuna karena dalam pakemnya para wanita tak boleh mengungkapkan lebih dulu. “Apa jadinya dunia ini jika para wanitanya desperate, jadi kembalilah kau arjuna ke duniamu, please, aku mohon dengan sangat, demi dunia ini”.

Satu bukti lagi bahwa sampai dunia pewayangan-pun mengimbas gender kepada kita yang hidup di abad 21, yang notabene terpaut ruang dan waktu yang sulit, bahkan mustahil untuk bisa dihubungkan dengan teknologi secanggih apapun. Seorang drupadi tak bisa mencari cinta karena memang pakemnya seperti itu. Yang bisa ia lakukan hanyalah menunggu seorang ksatria yang akan menyuntingnya, memperistrinya kemudian diboyong ke negeri sang ksatria. Berdoalah drupadi semoga arjuna segera menemukanmu, dan dunia tak akan menyebutmu perawan tua. That’s all that you can do.

Kalau boleh penulis berpendapat, tidak setiap wanita yang memperjuangkan hak kaumnya lantas disebut feminis. Juga tak semua wanita bisa menjadi seperti Gadis Arivia yang konsisten di jalannya atau aktivis emansipasi wanita lain yang tampaknya masih kontroversial. Tapi setidaknya kita punya seorang wanita segigih R.A. Kartini yang ingin menyamakan hak laki-laki dan perempuan dalam pendidikan atau perjodohan, meskipun beliau sendiri tak berdaya ketika dijodohkan.  Tapi bagaimanapun, wanita tetaplah wanita.

Senin, 31 Desember 2012

Seandainya boleh memilih.


Ini khusus diperuntukkan bagi para ukhti dan akhi yang sedang risau tentang orang terpilihnya, baik yang sudah menemukannya atau yang sedang mencarinya.

Mengapa ini menjadi penting? Sebenarnya penting atau tidaknya sesuatu menjadi sangat relatif. Tapi karena orang tersebut adalah orang yang akan menemani sisa kesempatan kita untuk melewati hidup ini, mengikat janji mitsaqon ghalidha-sekuat perjanjian Allah SWT dengan rasul-Nya-dan menggenapkan setengah dien kita, maka saya yakin sebagian besar-meskipun tidak dapat dikatakan 100%- dari kita akan menganggapnya penting. Oleh karena itu perlu trik khusus dalam menyikapinya. Tapi kemudian  sebagai bentuk anugerah-Nya kepada hambanya, kita tak perlu repot-repot memilih siapakah yang akan menjadi pendamping kita. Dalam Al-quran ‘kitab terkomplit sepanjang jaman’,Al Qashash:68 “Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha suci Allah dan Maha tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia)”
Bila Allah telah menentukan sesuatu atas kita, maka manusia tidak dapat memilih yang lain lagi, yang bisa kita lakukan adalah menaati dan menerima apa yang telah ditetapkan-Nya.

            Ternyata sejak kita menerima ‘tawaran’ untuk hidup di dunia maka Allah telah menentukan garis hidup kita dalam lauful mahfudz. Suatu ketentuan yang tidak dapat dirubah, kecuali atas kuasa-Nya.Termasuk soal per-jodoh-an. Siapa dia, kapan dan dimana kita akan bertemu dengannya, bagaimanakah rupa wajahnya, pekerjannya, keluarganya, keshalihannya, semua sudah tercatat rapi dalamnya. Tak heran kalau orang tua pendahulu kita berslogan ‘kalau jodoh takkan kemana’, karena ternyata slogan itu banyak benarnya. Sepeti juga takdir kematian, ke ujung dunia sekalipun, kalau memang sudah jodoh, pasti akan bertemu.

            Yang menjadi sedikit rumit adalah proses menuju ke pertemuan tersebut. Sebelum kita bertemu ‘orang terpilih’ tersebut, tentunya kita akan lebih dulu bertemu dan mengenal banyak orang selain dia. Dan ketika kemudian salah satu diantaranya ‘menarik’ bagi kita-meskipun tidak secara fisik tapi lebih kepada keshalihan yang tampak dari sikap dan penampilannya yang menyiratkan ketaatan-seperti yang diungkapkan Salim A. Fillah dalam ‘nikmatnya pacaran setelah pernikahan’(kalau boleh penulis menyarankan, buku ini cocok untuk ukhti dan akhi yang sedang menantikan ‘orang terpilih’ atau bagi yang sudah menemukannya). Adalah suatu fitrah ketika ketertarikan itu ada, tak perlu risau atau gundah. Lalu kemudian kita akan bertanya pada diri kita"diakah jodohku?”apalagi ketika menemukan adanya figur seseorang pendamping ada pada orang tersebut, atau boleh dibilang cocoklah dengan kriteria kita. Jawabannya tentu saja belum tentu, karena hanya Allah lah yang mengetahuinya. Tapi boleh jadi kita menganggap bahwa orang tersebut adalah yang terbaik bagi kita. Padahal apa yang terbaik menurut kita belum tentu terbaik menurut Allah, hanya Dia lah yang Maha Mengetahui.

            Pada akhirnya yang bisa kita lakukan hanyalah menunggu saat itu tiba, meskipun dalam masa tunggu itu hati kita akan sibuk menebak-nebak setiap orang yang menurut pemikiran dan anggapan subyektif kita adalah yang terbaik. Tapi bersabarlah karena sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.


Teruntuk yang sedang menunggu ‘orang terpilih’.
Bagi yang telah menemukannya, yakinlah beliau yang terbaik yang telah Allah pilihkan untuk kita.
And for myself

*ini tulisan kakakku..bukan tulisanku..klo ketauan..pasti ditabok :p

Minggu, 23 Desember 2012

Hallo Mamah, Hallo Bapak :D/

well well well, sekarang hari ibu...dari kemarin juga udah banyak yang gembar gembor begitu..
honestly, aku lupa sih sebenernya klo media nggak ngingetin kalo ini hari ibu,mehehe. tapii..berhubung udah tau dan inget, akhirnya tadi pagi langsung telpon mamah

mamah masih lucu..masih ketawa ketiwi klo dikasih ucapan ini itu.
mungkin keluarga kamu nggak romantis, eh romantis bukan ya namanya..pokoknya ga gitu kepengaruh banget sama budaya masa kini (ciailah masa kini :v ).

waktu dikasih ucapan selamat hari ibu mamah bilang, mana kadonya? wkwk, mamah masih lucu, dan aku bersyukur :)

"kamu lebih deket sama siapa, mama/papa, ibu/bapak, abi/umi?"
pasti suatu kali pernah ada pertanyaan kayak gini..sebenernya aku deket sama dua-duanya..dua-duanya punya cara masing-masing buat nunjukin rasa sayang...


daaaaan...
iseng-iseng mau mensyukuri, emmm..mensyukuri kok iseng2 --"
maksudnyaaaa..mau mengingat kebiasaan bareng mamah atau bapak juga, yang mungkiiin..nggak semua anak seberuntung aku buat punya momen-momen berharga kayak gini..

bareng mama...

paling sering ngajakin curhat klo nggak di dapur ya dikasur :))
kalo tau anaknya murung, bete, atau ngambek2 pasti diajakin masak bareng atau kelon2an..sama-sama hobi belanja..nomer satu kalo jagain aku pas sakit, ga pernah tega anaknya kurang uang saku..dan selalu ngajarin anaknya jadi anak mandiri..kalo pengen sesuatu, ya kamu harus melakukan sesuatu dulu..ah sesuatu, gitu pokoknya :))

kalo bapak, istimewa, selalu punya tempat istimewa di hati <3
nomer satu adalah perhatian..sampe nomer terakhir pun perhatian. bapak selalu melakukan hal2 bersama kami dengan penuh perhatian..
bayabgin, udah segede ini..mau balik merantau aja pastii dianter ke terminal, pasti dianter sampe bus, dan pasti ditungguin sampe bus berangkat.
ngingetin jangan telat makan, bahkan di Cirebon sana hujan aku di sini diingetin jangan lupa tidur pake selimut. 

bedanya..bapak itu lebih blak2an. lebih ekspresif mengungkapkan sayang, bapak itu..cowok romantis..kalo mamah..gengsii..hihi :***

yah..nangis kan, beneran ngetiknya sambil berurai air mata, air mata bahagia..he..

sampai kapanpun..bagi mereka, aku adalah putri kecilnya..yang dulu beliau gendong, hingga mungkin nanti anak-anak kami, beliau gendong juga...

semoga beliau senantiasa diberikan kesehatan..agar anak-anak kami juga bisa merasakan hangatnya pelukan dan usapan lembut dari Ayahanda dan Ibunda tersayang...



ini lho..mamah sama bapakku :)
*ini fotonya waktu kakakku nikahan..bukan waktu mereka nikahan :v





*ini harusnya jadi postingan kemarin..karena wifi mati lewat jam12 malem jadi deh baru diposting hari ini :))

Rabu, 19 September 2012

bila waktunya tiba :)



bila waktunya tiba
setelah jalan panjang yang kupilih
setelah aku berlari, berjalan, dan berlari lagi
setelah aku banyak diam dan terlalu banyak menerka

kupandangi wajah-wajah itu
melawan mentari, melawan lelahku
mengingat untuk siapa perjuangaku, aku tidak boleh berhenti
akan kunikmati, akan kujalani

tidak ada derita jika tak kubuat dengan tanganku sendiri
tidak ada bahagia yang akan ku dapatkan, tanpa kujemput dengan kakiku sendiri
tidak ada yang sia-sia, tidak akan pernah ada yang sia-sia
tidak ada yang tidak tercatat sebagai benih yang ku tanam, untuk aku nikmati kemudian


terimakasih Tuhan, untuk segalanya..segalanya yang engkau berikan. tidak ada yang sulit, jika Engkau bersamaku. aku percaya.



Kamis, 09 Agustus 2012

mamah feat. skripsi

sebelum offlline dan bobo bobo cantik malem ini, enaknya cerita dulu. lumayan, lagi nggak banyak hiburan.
tadi habis telponan sama mamah. gatau kenapa, tiba2 pengen telpon. lumayan, ada progress skripsi, jadi nggak malu-maluin klo ditanya x_x


malem ini cerita banyak, khususnya tentang  skripsi, tentang keluarga, tentang hidup, tentang temen2. macem deh..dari yang baik hati sampai yang nggak berperasaan ~


awalnya..aku ceritanya tentang temen2 kosan yang bakalan wisuda bulan oktober nanti...


aku: "mah, aku lagi males main sama anak2, obrolannya sidang wisuda mulu, minder ah."
mamah: "oh..kamu pingin to? jadi kayak orang mau ngelahirin gitu ya? klo masuk rumah sakit bareng2 pas kontraksi trus ibu2 itu ngelahirin duluan juga rasanya kayak gitu cha... duh rasanya pengen buru2 ngelahirin"aku: "..."

obrolan pun berlanjut.


mamah: "yaudah buat aja dulu kebayanya..kan bahannya udah ada tuh..."aku: "iya sih mah, tapi kan masih januari.."mamah: "iya gapapa, kan badan kamu segitu2 aja..ga melar2 tuh, paling ntar cukup.."aku: "..."



hwwwaaa...mamah emang lucu. bisa diajak ketawa, nangis, berantem #eh
dan setelah nangis2 karena punya masalah sama temen pun jawabannya sederhana, tapi selalu punya tempat untuk bisa aku terima, apapun alesannya :)
dan jawaban mamah dari curhatanku hari ini...


mamah: udah jangan nangis, semua2 itu jangan dibikin stress..
iya sekarang masih muda masih bisa nampung sama mikirin banyak masalah, entar klo udah tua gabakalan sama..udah 'lain''.
misalnya sekarang kamu masih sendiri, ya masalah kamu ya dari kamu sendiri. entar klo udah nikah kan bakalan nambah masalahnya.
aku: lho, jadi nikah itu nambah masalah dong mah?" ._.
mamah: ya enggak lah..cuma kan nikah juga ga melulu seneng2 terus cha...punya anak juga gitu, nongol anak, masalahnya nambah lagi..klo anak sakit ikutan sakit rasanya. apalagi kalo beda pendapat sama anak..klo anak maunya B kita maunya A..."
aku: "oh..kayak aku dong mah? hehe."
mamah: "enggak, anak mamah mah idep idep *(baik-baik) semua"
aku: "horeee eh amin"


dan.. obrolan2 lain di malam ini yang gabisa diceritain  :p
selesai telponan nano-nano deh rasanya, minimal malem ini dijamin tidur nyeyak deh :D/



"time goes too fast...tapi semua akan tiba masanya, karena kebahagiaan akan datang bagi mereka yang berjuang untuk menjemputnya"



i love you.. mamah <3, i love you skripsi :)))

Jumat, 29 Juni 2012

Tuesdays with Morrie

" Hidup merupakan rangkaian peristiwa menarik dan mengulur. Suatu saat kita ingin mengerjakan suatu hal, padahal kita perlu mengerjakan sesuatu yang lain. Ada sesuatu yang membuat kita sakit, namun kita tahu bahwa seharusnya tidak demikian. Kita menerima hal-hal tertentu secara begitu saja, bahkan meskipun kita tahu bahwa seharusnya kita tidak pernah menikmati sesuatu secara cuma-cuma." 
(The Tension of Opposites-Tuesdays with Morrie, 14)
"Kadang-kadang kita tak boleh percaya pada apa yang kita lihat, kita harus percaya kepada yang kita rasakan. Dan jika kita ingin orang lain percaya kepada kita, kita harus merasa bahwa kita dapat mempercayai mereka juga-bahkan meskipun kita sedang dalam kegelapan. Bahkan ketika kita sedang terjatuh."
(Trust-Tuesdays with Morrie, 65)

Sabtu, 16 Juni 2012

"If you don,t want to tell me everything, that's fine. 
Just don't lie to me" (Jumper, 2008).

Rabu, 13 Juni 2012

The word "happiness" would lose its meaning if it were not balanced by sadness. (Carl Jung)


Selasa, 12 Juni 2012

deine Freundin




meski tidak pernah rela
meski ingin aku berkata, sudah, kamu denganku saja
dan semua berujung pada kata percuma
"aku tak ingin dengan siapa siapa"


tapi nanti...aku percaya,

dia, kekasihmu...
kutitipkan doa, dia, bahagia denganmu
yang menjadi penggantiku, menjadi yang terakhir bagimu (semoga)
tempat curahan sayangmu, seperti yang pernah menjadi milikku, dulu


membuatkanmu kopi susu yang lebih sempurna
menyambut pagimu dengan panggilan sayang, cinta
tidak merepotkan malam-malammu dengan rengekan dan tangisannya
dan mendampingimu disetiap kau membutuhkan pelukan hangatnya

tapi nanti...aku percaya,


Aku akan melalui suatu keadaan dimana merelakanmu adalah ikhlas yang Tuhan ajarkan padaku...




Senin, 28 Mei 2012

10.53

malam ini aku masih terjaga
bukan habiskan waktu bersuka cita
entah apa yang mengawang begitu dalam... aku tak kosong, ya, aku masih dalam sadarku
diam, masih diam

jika kejenuhanku dapat kau baca
mungkin ia usang berjelaga
aku bukan siapa-siapa, bukan yang ingin kau lihat senyumannya
aku tak mengenalmu, bahkan dalam seberkas kata

diam, masih diam
mataku masih terpaku pada sosok asing yang tak bersuara
hening, hanya tergambar dalam lelah di sudut matanya
tapi aku bukan siapa-siapa, bukan yang kau tunggu kedatangannya..



Minggu, 27 Mei 2012

berhenti, saatnya berhenti.


kau bilang berbincang denganku sudah tak menarik lagi
kau bilang bosan dengan segala sapaan lucu yang buat kita tertawa
kau bilang jenuh dengan apa yang kusebut bahagia
dan kau benar-benar menghilang perlahan, seiring kulepas indah persona


jiwa, inginku terang berjalan dalam mimpi yang kugantungkan
tapi ia meredup mati, jauh terkubur bersama arogansimu yang selalu kau banggakan
tak cukup hati lenteraku menerangi jalan yang kucari sendiri, terseok dalam lumpur kesia-sian
kini hatiku siap kau tinggalkan, kapanpun kau mau, kapanpun kau inginkan.
*karena aku lelah..menjadi yang tak lagi kau inginkan.

Kamis, 15 Maret 2012

6 bulan yang sudah berlalu...

6 bulan sudah berlalu, semester kemarin pastinya. semester dimana kewajiban untuk menyelesaikan tugas akhir itu tiba. jreng jreng! setiap kali denger kata skripsi atau TA pasti jantung berdetak 2 kali lebih kenceng atau mungkin itu memang sudah jadi 'mode' untuk membuka topik pembicaraan dengan kami-kami mahasiswa tingkat akhir, sama seperti ketika nanti kami lulus dan mendapat pertanyaan kapan nikah? sudah nikah pun masih ditanya 'kapan punya momongan' oke..this question is like a trending topic in your life, as soon as possible :)). jujur aja, rasanya nggak nyaman. tapi...tidak sepenuhnya ketidaknyamanan ini aku tumpahkan kepada teman-teman, keluarga, maupun sanak saudara yang menanyakan hal itu, tidak lain adalah karena diriku sendiri. kenapa? adalah karena ini kesalahanku sendiri yang menelantarkan tanggungjawab demikian lama. bukan hitungan jam, hitungan hari, atau minggu..tapi ini sudah sampai pada 6 bulan yang terbuang sia-sia. mungkin bukan sia-sia, hanya saja dengan progress yang lamban, sangat lamban! err...apalagi saat temen-temen kita di jaman social media yang menjamur kayak kutu air dan panu ini. mereka gembar-gembor gegalauan yang sama. atau bahkan bersyukur dengan caranya update status tentang jadwal yudisiumnya...dan kita disini nangis dipojokan, ngabisin tisyu,ihik.

sudah sangat banyak orang yang menjadi andalan tempat mengeluh atau jadi 'tong sampah' ku. kasian mereka, dengan masalah mereka masing-masing aku malah merepotkan dengan semua cerita dan keluhan yang memang sepertinya ganggu banget :| senin lalu, setelah 2 minggu dengan suka dan duka di kampung halaman, akhirnya aku kembali ke peradaban, menyelesaikan tanggung jawab yang tertunda. pacarku bilang, 'pasti kekejer kok yang' setiap kali aku nangis bombay cerita tentang temen-temen yang perjuangannya super duper maksimal buat nyelesein skripsi. sedangkan akuuu? masih duduk manis sambil nulis postingan baru di blog #eh.

selalu termenung ketika mengingat 6 bulan yang sudah berlalu itu, satu semester...berlalu begitu saja... *gelesotan* tapi....alangkah baiknya jika tidak hanya menjadi sekedar keluhan, tapi diikuti aksi nyata tanpa banyak mengeluh yang ujung-ujungnya malah merepotkan orang lain, brace yourself cha! ^^

Sabtu, 28 Januari 2012

280112

setiap detik yang kau sisakan malam ini
seperti sepotong cerita tanpa akhir
seperti angin yang menghempas rindu
membawa jauh anganku dari penawar lara hatiku

baru sebentar rasanya
tapi aku sendiri..dan kamar ini menjadi terlalu sempit
aku tersudut oleh rindu, seperti hari-hari kemarin
semoga kau akan segera mengerti ketika kau terjaga nanti..

~280112~

Jumat, 23 Desember 2011

Kelapangan Hati

 
Suatu pagi seorang murid datang kepada guru spiritualnya. “Guru, ijinkan saya bunuh diri. Saya sudah tidak kuat lagi menahan derita hidup. Saya berpikir tidak ada gunanya lagi bertahan hidup jika orang-orang yang paling dekat sekalipun selalu mencemooh dan menyalahkan setiap langkah saya. Sepertinya tidak ada lagi kebenaran yang tersisa dalam diri saya.” 
 
Mendengar curhat murid yang tidak biasanya ini, sang guru agak terperanjat juga. Ia tidak menduga jika muridnya sudah sampai pada pikiran dan sikap putus asa. Setelah terdiam sejenak, sang guru minta  ijin masuk ke dalam rumah. Tak lama kemudian, sang guru kembali ke ruang tamu dengan membawa segelas air putih dan semangkok garam plus sendoknya. “Wahai muridku, tolong kau ambil sesendok garam ini lalu kau 
masukkan kedalam gelas, dan aduklah agar segera larut. Setelah itu minumlah,” kata sang guru mengagetkan muridnya. Sang murid pun segera mengikuti perintah tersebut. “Seperti apa rasanya nak ?,” tanya guru lebih lanjut. “Waduh, pahit sekali guru,” jawab sang murid sambil menyemprotkan air ke arah gelas yang dipegangnya.  
 
Mendengar jawaban itu, sang guru tersenyum dalam hati. “Sekarang, ikutilah saya,” pinta sang guru kepada muridnya sambil berjalan menuju telaga tak jauh dari rumahnya. Muridnya kembali diminta mengambil sesendok garam yang ia bawa untuk dimasukkan ke dalam telaga, sembari diminta untuk mengaduknya dengan bambu yang tergeletak di tepiannya. Beberapa saat setelah air kembali tenang, sang murid 
diminta mengambil air dengan gelas yang sama untuk diminum.  
 
“Seperti apa rasanya nak ?,” guru bertanya untuk kedua kalinya. “Alhamdulillah segar sekali,” ujar sang murid  sumringah. “Nak, apa yang membuatnya berbeda ? Padahal airnya sama-sama kamu beri sesendok garam,” tanya guru kemudian. “Yang membuat rasanya berbeda adalah wadahnya, guru. Kalau yang di rumah wadahnya gelas, sedang yang di sini wadahnya telaga,”  ujar sang murid mantap. “Tahukah kamu akan arti 
semua ini ?” tanya guru berikutnya yang dijawab muridnya dengan gelengan kepala. 
 
“Ketahuilah muridku. Garam ibarat persoalan hidup, sedang gelas dan telaga adalah gambaran hati kita. Jika hati kita hanya seluas gelas, maka persoalan hidup yang kecil sekali pun akan terasa begitu pahit. Sebaliknya, jika hati kita bisa seluas telaga, maka berbagai persoalan hidup yang besar dan pelik pun akan terasa ringan. Hati dan perasaan kita senantiasa segar. Hidup pun akan terasa indah”, papar guru berfalsafah. “Lalu bagaimana caranya melapangkan hati kita”, sela sang murid. “Berusahalah untuk selalu menjadi pemaaf, baik bagi kesalahan diri sendiri maupun kesalahan orang lain. Ingat Allah pun Maha Pemberi Ampun.” Sang murid tercenung dengan mata berkaca-kaca. Sambil  beristighfar, ia berikrar di hadapan guru untuk tidak lagi berpikir bunuh diri. 

dikutip dari : 
H.D. Iriyanto (Surat Kabar Harian “REPUBLIKA”, terbit di Jakarta,  Edisi 12 September 2007)
 
selama saya kuliah di fakultas psikologi, sudah 2 kali membuat paper yang berhubungan dengan bunuh diri. setiap kali membahas mengenai tema ini bersama teman-teman sesama mahasiswa psikologi pasti deh ujung2nya "wah ngeri ya..memang ada kenalan yang oernah nyobain bunuh diri?" "jangan ikut2an subjek penelitiannya ya.." dan pertanyaan2 lainnya. bunuh diri memang ngeri ya...setiap orang tau itu. dulu sempat akan membuat tugas akhir tentang bunuh diri..khususnya mengenai analisis faktor penyebab seseorang bunuh diri pada individu yang melakukan percobaan bunuh diri. tapi setelah dimusyawarahkan dengan dosen pembimbing nampaknya topik ini dirasa kurang bijaksana karena akan menguak kembali luka dan traumatic event yang dialami oleh subjek..sehingga nantinya dikhawatirkan hal ini akan memicu keinginannya untuk mecoba hal itu (lagi).

bunuh diri adalah hal yang paling paling paling tidak boleh dijadikan penyelesaikan dari sebuah masalah. yakinlah  masih ada banyak jalan karena Allah tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan umatnya..seperti yang dijelaskan pada kutipan kisah diatas..perluas sudut pandang dan kelapangan hati.. agar masalah yang kita hadapi terasa lebih ringan :)

respect terhadap lingkungan sekitar juga dapat mencegah terjadinya bunuh diri lho...jadi jangan sampai kita tidak menutup mata terhadap kejadian-kejadian yang terjadi di lingkungan sekitar...dan mempertajam empati kita kepada sesama.

Selasa, 20 Desember 2011

debu...

berikan aku selembar kertas
dan akan kutuliskan untukmu sebuah kalimat
kalimat tentang aku, kamu, dan harapanku
ingin kutuliskan untumu "aku mencintaimu"

berikan aku sebongkah batu
akan kupahatkan namamu "....",
namamu yang ingin kuingat selalu
agar tak lekang dimakan waktu

tapi waktu terus berlalu...
aku masih disini menunggu dalam penantianku
maka berikan aku segenggam debu,
akan kutuliskan untukmu..."aku lelah, lelah menunggu"

maafin aja :)


kemarin baca tweetnya @gadisberjilbabb yang ternyata pas banget sama perasaan waktu itu. dalam hati yang menggadang gadangkan permusuhan tapi nampaknya diam akan lebih baik untuk menyelesaikan semuanya :)
oia, isi tweetnya
  "bila orang mengutuk, kita senyum, bila orang fitnah, kita diam, bilang orang minta maaf, maafkanlah..."

well, hidup di rantau itu susah-susah gampang..ini ceritanya curhat, beneran deh. ketika kita ngekos..dan ada anak yang rese sungguh2 bikin males sosialisasi...
aku anaknya rame, suka ngobrol..tapi nggak tau kenapa..mungkin untuk deket sama orang agak susah. apalagi klo udah deket lalu ternyata orang-orang yang udah kita percaya itu malah ngecewain atau nyakitin hati kita..hmm...rasanya mau ngumpet aja dikamar berhari-hari. dan itu kejadian sama akuuuuu...argghhh...kesel nggak sih klo ada orang ngomong di belakang, atau memaki2 di social media padahal kita nggak ngelakuin/ tanpa sengaja ngelakuin hal yang dia maksudkan itu..sabar...sabar...*ngurut dada* dan yang dia omongin itu bisa ngerusak citra positif kita di mata temen-temen yang lain...ya Rabb, maafkanlah hambamu ini. jadi ngomongin orang juga kan *tepok jidat*

ya Allah, maafkanlah mereka..lunakkan hati mereka, dan ingatkan bahwa sikap semacam itu bukanlah pilihan terbaik untuk menyelesaikan masalah..dan buatku, kuatkan aku agar menjadi hambamu yang sabar dan dapat menahan diri untuk kebaikan bersama, amiiiin..

Selasa, 13 Desember 2011

untitled 2



sudahkah kau baca aku?
memahami setiap bait kehidupanku
menandai kata-kata indah tentang cerita kau dan aku
memaknai dan merangkaikannya kembali untuk ku kenang dalam memoriku


waktu berlalu dan kita pun meneruskan cerita ini...
semua terlihat indah, engkau adalah aku, dan aku adalah engkau
tiada yang mampu mengganti selain engkau
bahkan tak ada tanda yang mampu mengganggu fikirku


hingga hari itu ada dalam kehidupanku
seandainya mampu kuhapus kalimat perpisahan itu
akan kulakukan (saat itu)...
tapi tidak untuk hari ini


engkau telah merobek asa yang tersusun rapi
lalu kau pergi, biru...dalam hilang yang kau torehkan di hatiku
biarkan aku di sini saja, tanpa kamu...
biarkan aku menjadi aku lagi, seperti sebelum aku bahagia, lalu terluka karenamu


dan ketika saatnya aku merangkum kehidupanku
aku tak akan menghapusmu
karena aku tau, yang terbaik untukku bukanlah engkau
tapi seseorang yang ada di sampingku (kini)

bingung mau posting apa, tiba-tiba inget puisi ini...puisi yang menurutku ajib banget buat move on. tapi...bukan berati juga puisi ini menggambarkan emosi saat ini ya...ini puisi lawas, yg berhasil disimpan dan diselamatkan oleh seorang sahabat. anggaplah suatu saat...saat kamu bertemu bahagiamu kamu bisa dengan bijaksana menyikapi perasaanmu terhadap orang-orang di masa lalumu. karena tanpa mereka...belum tentu kita bisa sekuat dan setegar hari ini. oke, puisi ini bagus buat move on kawan, sekian. :)

Minggu, 11 Desember 2011

the face that can make me laugh : Troll Face :))

terinspirasi dari nongkrongin tumblr.nya FYM. ada satu muka yang sering banget nongol, setelah cari tau ternyata si muka itu bernama Troll Face. menurut sebuah sumber Troll Face adalah gambar muka (wajah) yang digambar hitam putih ~gede~dan menyeringai nakal. maksud dari gambar ini untuk menggambarkan ekspresi yang membuat saat trolling. nah...gambar ini itu kayak gambaran muka orang yang ketipu atau sengaja marah. biasanya gambar ini nongol di thread atau forum untuk karakter yang usil, nakal, dan ngeselin. 

awalnya Troll Face ini terinspirasi atau mulai dikenal dari komik DeviantArt yang diterbitkan pada 19 September 2008 kemudian berkembang dan muncul pada komik-komik 4Chan yang dikenal juga dengan "coolface" setelah kemunculan TrollFace pertama.lalu komik coolface diposting ke Ebaumsworld pada tanggal 30 November 2008 dan definisi "TrollFace pada kamus perkotaan diposting pada tanggal 1 Agustus 2009.
muka-muka macem TrollFace gini sering banget kita temui di Tumblr, Memebase, dan forum-forum lain di dunia maya. untuk informasi lain tentang TrollFace bisa disimak di http://knowyourmeme.com/memes/trollface-coolface-problem

buatku pribadi, gambar ini selain lucu juga ngeselin amit-amit. klo ada orang mukanya dibuat kayak gini pasti ngegemesin pengen nimpuk *ngakak*. boleh nih muka dijadiin desain t-shirt atau merchandise apaan gitu, ntar kubeli deh. oke...buat yang belum tau Troll Face itu yang kayak gimana bisa liat gambar dan video dibawah ini, cekidot! =))



berani coba pasang muke begini depan polantas? problem? wkwkwkwk

okeee...atau ada yang mau mantengin gambar2 lain tentang trollface?

note: berhubung si trollface ini kadang agak sarkas dan hmm... dewasa...sebaiknya tidak untuk konsumsi hiburan anak-anak dibawah umum.

sekian, happy laughing! :p